Pages

Monday, March 26

Puteri Salju

"Bila saja detak waktu mau mencurangi keberadaan nya, mungkin aku sedang besamamu menatap bintang berciuman sekarang"  :)


Hai, kau tau bagaimana aku bisa suka pada mu? bagaimana aku bisa luluh lantah saat berhadapan dengan mu? bagaimana aku suka mencurangi gerak ku sendiri agar bisa berlama-lama menyandarkan kepalaku di bahu mu?
Ya, rasanya akan banyak alasan yang akan membuat kepala mu puyeng saat aku membahasnya. Pertama-tama, siapkan duduk mu dengan sempurna, lalu jangan lupa tarik nafas dalam-dalam saat kau mulai membaca. :)

1. Aku selalu menyukai mu saat ada senja yang kian merapuh diterkam angin musim semi, dimana ada kupu-kupu yang membuatmu menjadi seperti ratu, dan kau tahu? saat itulah aku tau kau itu adalah Keindahan (ku).

2.  Ada saat dimana hujan selalu memenjarakan waktu bagi seseorang, serasa mau mati atau serasa terhipnotis untuk keluar dari kehidupan yang nyata dan menuju ke masa lalu. Dulu, aku sempat seperti itu, namun dengan berkenalan lebih dekat dengan mu, itu semua sudah tak berlaku padaku. Maka saat itu aku tau bahwa kau adalah Kedamaian (ku).

3. Jika Tuhan mau memberiku sebuah permintaan, aku tidak akan meminta untuk menjatuh cintakan dirimu kepada ku, sebab hanya jadi orang terdekat mu saja aku sudah kegirangan setengah mati, apalagi aku bisa memiliki mu, mungkin aku bisa mati. Jadi, untuk alasan itulah aku bisa tau bahwa kau adalah Pelengkap (ku).

4. Rambut mu wangi, dan aku memang suka wanita yang wangi. Wajah mu lucu, karna memang aku juga lucu. Hidung mu sedikit mancung, jadi memudahkan ku untuk mencubit bagian tubuh mu saat kau mulai menggoda ku. Maka untuk itulah aku tau bahwa kau itu adalah Kesempurnaan (ku).

5. Kau tau, untuk apa Tuhan menciptakan tata letak bintang supaya berjauhan dari bintang lain nya? Karna, bila Tuhan menciptakan nya berdempetan, aku akan marah besar, kenapa? Karna yang pantas berdempetan di tata surya langit, hanyalah kau dan aku. Untuk itulah aku tau bahwa kau itu adalah Keinginan (ku)


:D haha

Aku tau, saat kau membaca ini mungkin kau langsung mengerutkan alis mu, pasti kau menganggap bahwa yang ku urai tadi terlalu berlebihan untuk mu. Namun, bagi ku, kau lebih dari semua itu, lebih dari apa yang ku urai tadi. Jujur, aku tak bisa menggambarkan seperti apa dirimu, seperti apa isi di dalam hati mu padaku, yang aku tau, kau itu adalah aku !
Ya, kau+aku=kesempurnaan, kelengkapan, keinginan, keindahan, dan kedamaian. Itulah yang seharusnya terjadi sekarang. Bukan malah, menutup-nutupi hasrat yang berkecamuk di dada kita masing-masing. Ayolah, ikuti kata hatimu, lalu temukanlah aku di pojokan hati mu tadi. Sungguh ini benar-benar serius. :D

Selamat malam, semoga kita bertemu di mimpi kita masing-masing. :)



Oh iya, aku lupa, dari kemarin aku bingung untuk membeiri nama kontak yang pas untuk mu di handphone ku. Kemudian aku berfikir tentang wajah mu, dan kau tau apa yang terlintas saat aku membayangkan wajah mu?

...Putri Salju ::



















Ya, aku memberi nama Putri Salju untuk mu.
Kau mau tau sebab nya?
Maaf ! aku tak bisa memberi alasan kenapa aku menamai mu itu. Tapi, bila kau terus memaksa untuk tau, maka temuilah aku segera !
Jangan lama-lama, nanti keburu jadi ager.

:D hehe












Jogja,
Bersama Ojan yang lagi kelaparan..

Mama, aku tulis ini untuk tetangga-tetangga kita..


Mama,
Hari ini aku benar-benar ingin bicara banyak padamu. Kemarilah mama, pinjamkan aku bahu kecil mu itu, sungguh, aku ingin menyandarkan semua kebusukan hidup yang aku lakoni ini padamu.

Mama, entah kenapa akhir-akhir ini aku sering tak menjadi diriku sendiri, aku merasa sangat banyak pertanyaan yang jawaban nya malah jadi membingungkan. Mama, aku ambilkan contoh tentang kejadian tadi siang, saat aku melihat pengemis yang meminta-minta di depan sekolah ku. Pengemis itu sudah tua ma, seorang ibu yang tampak mengenaskan dengan bayi yang tertidur di pelukan nya. Ia meminta sedekah dari ku, saat aku ingin memberikan uang 5ratusan dari saku ku, teman ku langsung menampar lengan ku yang siap memberi pengemis itu sedekah. Alasan nya, kata teman ku itu tidak baik, itu membuat orang-orang di negeri ini akan jadi pemalas, padahal teman ku ini adalah seorang yang religius, atau boleh ku sebut seorang yang alim dan mengerti soal Agama.
Entah dengan alasan apa ia berkata seperti itu.
Tapi ma, menurut ku, bukankah Agama yang menyuruh kita untuk menebarkan kasih sayang di muka bumi ini? Bukankah awal dari kehidupan ini memang diawali dengan rasa kasih sayang? Bukankah turun nya Al-Qur'an juga sebagai bukti otentik dimana rasa kasih sayang dari Tuhan untuk kita?
Mama, aku tak ingin sok religius, tapi aku pernah menemukan sebuah ayat dalam kitab suci yang menerangkan bahwa kasih sayang antar sesama adalah kewajiban bagi semua orang. Kalau aku tak salah, ayat itu ada di Qur'an Surat Al-Ma'un ayat 1-7.
Ini jelas sebuah kebodohan yang paling bodoh ma !

Mama, bila Tuhan menciptakan Neraka, lalu untuk siapakah tempat mengerikan itu? Orang-orang yang membela Agama sampai mati dengan membomkan dirinya sendiri di tempat orang-orang kaya menghamburkan uang, atau orang-orang yang menenggelamkan dirinya untuk shalat dan mengejar pahala tapi lupa untuk ingat pada sesama?

Sungguh ma, hidup ini benar-benar membingungkan.











Jogja,
dengan malam yang masih sama dan merindukan mama.

Reshie Gomet Galih dengan ini yang kaya tai anjing.

Kenistaan, keburukan, kemunafikan, kebejatan, kebangsatan, keanjingan, ketidakberdayaan, dan kebusukan kami bertiga masih belum terselesaikan saat senja di langit jogja mulai berakhir. Senja kali ini sungguh berbeda dari senja pekan lalu, tak ada angin, tak ada orange, tak ada rumput hangat yang menari, tak ada kepulan asap dari cerobong rumah-rumah mewah. Yang ada hanya sepi, hambar, tak bersuara. Kadang tampak satu dua burung bangau yang menuju ke selatan dengan galau, juga ada kelelawar yang bingung mencari tempat untuk bersinggah.
Aku hanya diam, tapi tidak dengan kawan ku Galih dan Gomet, mereka sibuk dengan pembicaraan yang menurut ku tidak lah penting, biarlah, mungkin mereka asik dengan itu.
Di atas jembatan, air sungai coklat kehijauan, kami berjejer dengan sombong tanpa mempedulikan orang-orang yang menatap kami penuh curiga.

***

Sekali lagi aku hanya diam, mengarahkan pandangan ku ke arah barat, dengan sedikit rasa penat yang ku harap akan hilang sore ini, juga dengan setetes keperihan yang ku tahan sedari tadi siang.

10 menit kemudian,
Serasa ada petir yang menyambar syaraf kami, kami diam, walau tak sepenuhnya diam, entah ada sesuatu apa, mungkin senja takut karna kami memperhatikan, atau adzan maghrib yang membungkam ruang gerak kami.
Sebenarnya kami masih ingin menenggelamkan apa yang terendap di jiwa kami, tapi waktu berkehendak lain, ia merusakan rencana kami. Kami pulang dengan secangkir kenistaan, keburukan, kemunafikan, kebejatan, kebangsatan, keanjingan, ketidakberdayaan, dan kebusukan yang masih bergelayut manja di pelipis mata kami.

Ya sudahlah,
mungkin Tuhan belum mau meringankan getirnya ini.


Sekarang,
Kami sibuk menertawakan wajah kami masing-masing. Mencoba menaruh sejuta masalah kami pada kekonyolan masing-masing diantara kami.
Dan sebagai finalnya, aku putus dengan pacar ku.
Akh menyedihkan sekali hari ini.









Jogja, 15 maret 2o12
Setelah meringkuk pada labirin tak berwarna..

Aku tak bisa tidur, jadi aku menulis tentang dirimu saja.

Sepertinya aku sudah menemukan sesuatu yang baru yang akan ku sanjung dalam setiap syair dan sajak-sajak ku sekarang(kuharap selamanya), yang akan ku tulis dengan penuh kegembiraan, kebahagian, kelembutan, juga dengan kembang api yang berpesta menyala-nyala di tengah malam sunyi.

Sesuatu itu adalah hidung mu, rambut mu, tutur mu, handphone mu, dirimu, wajahmu, ikat rambut mu, mimpi mu, manja mu, sepatu mu, baju mu, senyuman mu, cara jalan mu, tas sekolah mu, bahkan caramu menyantap makanan yang tanpa keburu-buruan. Haha,
Yang jelas semuanya.
Tak terkecuali ! :D

Jujur, bila kau bertanya seberapa penting nya kau buat ku, aku tak bisa menterjemahkan nya, karna bagaimana aku mencintai wajah dan keseluruhan dirimu, adalah saat aku membayangkan dirimu(lagi)
dan di titik itulah aku akan berhayal apa saja tentang dirimu(lagi),

Mungkin aku akan berhayal tentang kupu-kupu yang menari-nari di bibir mu, atau tentang bunga-bunga harum yang menempel padamu, juga tentang suatu
tempat yang masih dirahasiakan keberadaan nya, yang disanalah kita akan merajut detak waktu menjadi kain pengharapan. Kita, berdua, merangkai mimpi, selamanya, tak terbantah :)


Saat aku merasa sepi di jam 2 pagi, aku menulis rambut mu. Saat aku mulai bingung dengan kehidupan ku, aku menulis jari kecil mu. Saat aku mulai rindu pada Tuhan, aku menulis sujud-sujud mu.
Dan saat ada hujan turun di akhir senja yang ungu, aku akan menulis tentang bagitu indahnya kau yang tanpa kerudung. :)






Tapi,
Aku sungguh tak suka bila kau mempertanyakan masa lalu,
sungguh, aku benar-benar tak suka.
Aku harap kau memaklumi.











Jogja,
aku tak bisa tidur, jadi aku menulis tentang dirimu saja.

Obrolan intim Saya dengan Reshie (Kedewasaan)


"Kehidupan itu,
adalah saat kau mulai tau betul-betul untuk apa kau hidup dan untuk apa kau ada.."

Mungkin, atau bisa gw bilang ini semua sungguh menjemukan. Keterikatan gw pada ruang dimensi yang memaksa gw harus 'pindah', bikin gw terus-terusan sakit perut. Ini bukan soal asmara, spirit, starata, atau apalah adanya itu, ini tentang sebuah sikap yang harus gw ambil sekarang ! Cepat. Kalau tidak, gw bakalan jadi kambing dungu !

Kedewasaan.

Saya :
"untuk apa kau membuang percuma nafas mu, bila kau hanya diam?kau tau? Tuhan sudah menjanjikan hal-hal kaya untuk orang yang terus berusaha."

Reshie,
"aku tau itu, dan aku percaya, tapi rasa-rasanya aku masih tak punya sikap yang pasti, yang jadi prinsip untuk aku mencapainya, sepertinya aku butuh kedewasaan yang benar,"

Saya,
"kedewasaan, ah iya, dari glagat mu, sepertinya kau memang butuh itu, hai res, kedewasaan itu sebenarnya adalah tercapainya keseimbangan batin dimana akal pikiran bekerja dengan emosi untuk saling mengontrol dan membenahi proporsinya satu sama lain,"

Reshie,
"hemm, kelihatan nya memang seperi itu ya? Jadi ketika kita harus marah, ya marah, tapi lantas pikirkan baik-baik bahwa kemarahan bisa merusakan. Kalau bersedih, ya menagis, tapi lantas pikirkan baik-baik bahwa kesedihan yang panjang hanya akan membuang-buang waktu dan energi. Dan saat kita bahagia, ya tertawa, tetapi pikirkan baik-baik bahwa saat kita tertawa berlebihan barangkali tetangga kita sedang sangat bersedih. Begitukah?"

Saya,
"benar kawan ku, itu benar.
Kita bisa melakukan dan memutuskan segala hal sesuai kehendak pikiran kita, tetapi jangan abaikan perasaan-perasaan, suara-suara yang membisikan kelembutan, kepekaan hati dan nurani di diri kita,"

Reshie,
"haha, mengapa aku tak menyadarinya selama ini?"

Saya,
"Kadang kita suka mengabaikan kecerdasan kita sendiri untuk memilih bertindak bodoh, bukan?"

:D hahaha..
Kita tertawa.







So, what the next bro ??
1.Go on !
2.Do it !
3.And be great !













Jogja,
Selepas berbuka puasa..

...cepatlah lahir anak ku

"Anak ku, cepatlah lahir, aku sungguh sudah tidak sabar menanti jemari lentik mu menyentuh pipiku, juga tangis bahagia yang menggema seantero penjuru rumah kita. Merasakan cinta yang diam-diam menghangatkan hati kita bertiga."



Anak ku, ketahuilah,
Aku dan ibu mu benar-benar dag dig dug menanti kedatangan mu, sampai di setiap tengah malam, aku dan ibu mu sering membanjiri sajadah kami dengan air mata untuk memohon keselamatan saat akan melahirkan mu.

Anak ku, aku dan ibu mu sudah menyiapkan nama untuk mu, nama yang dengan nya lah akan muncul kebaikan atas dirimu,
anak ku, bila kelak kau terlahir sebagai seorang putra, maka aku akan memberi mu nama

"Muhammad Ananta G Syahputra Bargowo."

dan bila kau terlahir sebagai seorang putri, aku akan menamai mu

"Hawa Satya G Wida Bargowo"

dan kau, berjanjilah untuk tidak menghianati nama yang
kami buat untuk mu.


Selepas kau lahir anak ku, aku berjanji tidak akan pulang larut malam saat bekerja, malah aku akan sering menghabiskan hari-hari ku untuk sekedar mencuci popok dan botol susu mu. Mungkin juga aku akan berhenti bekerja, karna aku tak mau ketingalan sedetik saja waktu saat kau tumbuh besar dan bisa mengucapkan kata pertama mu.

Anak ku,
Kau tak usah takut bila di tengah malam kau mau pipis, menangislah, beri aku tanda, aku berjanji tak akan memarahi mu, malah, aku akan dengan bahagia nya mengganti popok mu tanpa membangunkan ibu mu yang terlelap.

Dan ketika kau sudah besar nanti anak ku, aku akan mengajari mu berwudhu, membersihkan kebencian dan kesombongan dari dirimu, membasuh tangan mu dengan tangan ku, mengusap rambut mu, membasuh kaki mu.. Lalu akan ku ajarkan kepadamu kata-kata, kalimat yang ku mulai dengan nama Tuhan dan ku akhiri dengan salam perdamaian. Itulah shalatmu, anak ku, membentangkan helai-helai sejadah waktu dalam hidup mu.



Anak ku, segeralah hadir dalam dekapan, dan bergegaslah tumbuh menjadi dirimu sendiri.




Akh, kau anak ku..













Jogja,
11 maret 2012 ::

Specialy fo ma brotha, keep on spryt ! Always !


Dear Dwiwananto,


Catatan ini ku buat setelah kau bercerita banyak padaku tadi siang. Aku terharu, bahkan menagis saat mendengar berita tentang mu di pulau bisu itu. Hampir-hampir saja aku mau menendang langit agar aku bisa bertemu dengan mu segera. Tapi apalah daya diri ini?

Dwiwananto,
Aih, kau tau? Masalah mu itu memang tak terlepas dari apa yang aku katakan padamu dulu, ketika kita masih duduk di bangku SMA, saat kita tau tak ada yang mampu mengalahkan keplayboyan kita. Dan aku cuma berpesan padamu satu hal saat itu, tanggung jawab itu perlu ! Tapi kau malah menganggap omongan ku itu sebagai badai yang bisa berlalu begitu saja !
Sekarang kau sudah salah langkah, kau membuat semua perencanaan hidup mu hancur total tanpa nafas lagi. Kau sesak, kau frustasi, kau memabukan dirimu dengan pil anjing itu, bahkan kau tega memarahi Tuhan mu cuma gara-gara wanita yang sedang bersamamu sekarang. Sudah ku bilang dia itu jalang ! Dia itu pelacur murahan di gang-gang perapatan sekolah kita. Dia cuma mau mencari materi dari apa yang dihasilkan ayah mu, dia suka padamu tak lebih untuk memenuhi semua kebutuhan finansial sekaligus menutupi citra buruk dirinya ! Dia sungguh tak pantas bersanding dengan mu.
Tapi sudalah, semuanya sudah terjadi, sekarang yang harus kau lakukan adalah menjadi lelaki yang sebenarnya, tanggung jawablah untuk semua keputusan mu. Ini adalah takdir mu. Buatlah dirimu berguna, get a job ! Buat anak mu bangga mempunyai ayah seperti mu. Tuhan selalu menyertai mu Dwiwananto.
Aku dibelakang mu.

Dwiwananto,
jujur aku sangat ingin membantu mu, tapi sepertinya keadaan yang memaksa untuk membungkam.














Maafkan aku Dwiwananto
Sungguh.

Taman Sari

Sms, bernjanji dimana kita bisa saling tatap muka, nyasar, akhirnya bertemu juga. Kita meluncur, lalu datang gerimis. Angkringan, iya kita berteduh di situ, sebentar, mungkin 5 menit, tapi cukup membuat kita bisa mencairkan suasana.
Melanjutkan perjalanan, kita tertawa, jalan masih terlihat ramai. Jogjakarta, siang bertemu sore yang penuh bunga-bunga.

30 menit terlewati,
sampai juga,
Entah dimana, mungkin surga. Ada sungai kecoklatan, pohon bambu menari dengan pasir, anak SMA bercengkrama(entah tentang apa, mungkin seks atau celana dalam yang baru di beli). kemudian kita bertukar tatapan mata. Ahk, tatapan mu, sugguh penuh anda tanya.

Lanjut lagi, kita menerjang aspal dengan penuh suka cita. Jogjakarta sebelah selatan, iya, itu tujuan kita berikutnya.
Akhirnya sampai, seperti biasa, kau bicara penuh kemisteriusan. Dan kau memilih tempat, di pojokan, sepi, walau terkadang suka ada yang menjual diri dengan berfoto-foto.
Kita duduk, bersebelah-sebelahan, lalu ada awan yang terlihat mulai mendung, merpati putih berkejaran, capung-capung yang terbang rendah tanda kelelahan. Aku, kau, kita, merapatkan hati yang ku tau itu bukan seharusnya. Menyematkan celah jari jamari kita masing-masing, berbicara se enaknya, bermimpi, beradu peluh, bercengkrama dengan angin. Kemudian jam 5, kita mengakhiri semuanya, keromansaan kita juga kegetiran kita. Tak lupa kita berpelukan, 15 detik saja.

Lalu berjalan pulang, melewati tembok-tembok tua yang bisu. Masih dengan tangan yang saling mengait, mengangkuhkan bahu kita pada mereka yang melihat. Ada lorong-lorong yang terlihat galau, kebisuan yang mencercah situasi, lalu waktu berhenti...
:* ..
kau diam, aku pun diam, entah bagaimana caranya kediamanan kita membuat keadaan menjadi beku.
10 Detik kemudian kita tertawa lagi..
hahaha.. Sudahlah,
ini memang kesalahan yang tak sengaja kita buat dengan penuh cinta, dan yang harus kita lakukan sekarang adalah bersuyukur. :)



???










Hari ,
Dengan penuh kebahagiaan.