Pages

Wednesday, May 2

3 Hipotesis spekulasi tolol ku tentang datang bulan. :D

Siang ini sepi. Tak berwarna. Tak ada sesuatu gejala yang menunjukan bahwa aku benar-benar “Hidup”. Hambar. Hanya sekat-sekat yang menghalangi  jarak pandang ku. Oh iya, aku belum mandi, tapi aku tidak bau, tapi aku juga sudah makan(tanpa melakukan ritual gosok gigi), dan aku juga sudah merokok(yang pasti dengan segenap jiwa). Semua sudah selesai, hanya tinggal satu, yaitu adalah...
 Meceburkan diriku dan tubuhku yang penuh nista ini kedalam lembah kenikmatan film-film dewasa. :D haha (Juskid)

Kembali pada siang yang sepi.
Siang ini tetap sepi, sepi, sepi dan sepi. Akh, aku benci siang yang sepi ! Sepi menguasai ku. Menampar ku. Menggilas ku. Menaruhku dalam situasi yang sulit untuk bereaksi. Sudahlah, bukankah tak selamanya sepi itu ada? Bukankah sepi itu ada dari ketiadaannya situasi yang ramai? Sudah sepatutunya aku tak menghakimi sepi.

Class room, 07.50 AM.
Kelas hari ini berjalan lumayan lancar, meski  ternodai dengan mutungnya guru ku yang merasa dibodohi oleh anak-anak didiknya. Ya, guru ku itu benar-benar tidak bijaksana. Ia secara egois meninggalkan kelas saat aku dan kelompok ku akan mempresentasikan hasil kerja makalah kami. Mutungnya guru ku itu, mungkin tak terlepas dari keterlambatan kami datang tepat waktu di kelas, tapi pertanyaan ku adalah, siapakah di jagat raya ini yang tak pernah datang terlambat? Pocong mimisan kah? Atau setan berambut kribo seperti kawan ku Galih? Kurasa tak ada satupun mahluk yang diciptakan Tuhan di bumi ini yang tak pernah datang terlambat.
Bicara soal keterlambatan, secra tiba-tiba jiwa keditektifan ku pun muncul, dengan berbekal ilmu yang telah ku pelajari dari kasus pencabulan kucing tetangga ku yang hamil secara misterius, aku jadi tergelitik untuk mencari sebab-sebab misteri hilanganya kolor bang Toyib, ah salah, maksud ku kenapa guru ku itu bisa mutung.


Begini Hipotesisi pertamaku ;
Mungkin, atau bisa ku sebut sebagai jangan-jangan, guru ku itu tadi yang berjenis kelamin perempuan, sedang kedatangan tamu yang tak di undang. Maksud ku disini bukanlah tamu yang datang dengan cara gedor-gedor pintu lalu berteriak mengacungkan crurit sambil berkata, “Mana kolor ku ?!” Melainkan maksud ku disini adalah(mungkin)guru ku itu sedang mengalami siklus perubahan fisiologis dalam tubuh nya yang terjadi oleh pengaruh hormon reproduksi nya. Dengan kata lain, guru ku ini sedang Datang bulan atau menstruasi atau terlambat bulan atau bulan terlambat atau bulan kesumat(lho?)

Hipotesis ke dua(masih tentang datang bulan) ;
Menurut Wikipedia, saat wanita sedang asik menikmati sensasi dari datang bulan, ada rasa nyeri akibat kram, bisa hanya samar-samar atau sangat nyeri. Kondisi ini memang sedikit menggangu saat menstruasi. Kondisi yang dalam istilah medisnya disebut dysmenorrhea(opo kie?)ini biasanya terjadi di perut bagian bawah. Nah, berkaca dari sumber di atas, maka sangatlah tepat bila wanita yang sedang datang bulan mencari solusi untuk mnghilangkan nyeri yang melilit perut bagian bawah nya tersebut. Akhirnya diciptakan lah sebuah produk jenius bernama Kiranti, sebagai obat penenang nyeri di perut bagian bawah wanita. :D
Kemudian dalam kasus guru ku yang tadi mutung itu, mungkin penalaran ku adalah ia kehabisan stok Kiranti di dalam kulkasnya, sehingga menyebabkan terganggunya perut bagian bawah pada guru ku itu. Hingga akhirnya berdampak tak terkontrolnya emosinya yang meletup-letup didalam kelas kami.(opo loh nyo, nyo)

Hipotessis ketiga(masih juga tentang datang bulan) ;
Kemungkinan terburuk dari hipotesis kenapa guru ku itu mutung adalah, bahwa ia pusing setengah mati mencari toko pembalut yang bermahkotakan berlian dan emas permata diatasnya. Karna menurut salah satu iklan di televisi, wanita itu harus cantik di luar juga harus cantik didalam.
Tapi sudahlah, ini hanya spekulasi ku saja. :D
















Jogja,

0 comments:

Post a Comment