Pages

Monday, March 26

Abu-abu sewarna abu gosok !


Dan lagi..
Waktu-waktu yang memaksa jantung tuk memompa lebih kencang dari biasa nya.. Denyut nadi pun tak kalah memberi dorongan untuk membuat pandangan mata sedikit kabur..

"Siapa yg membuatnya jd abu-abu..?
Aku ga bener2 ngerti masalahnya tp klu dugaan ku bener, cara mu ga bgD."

:D ,
Terkadang saat-saat yang paling menyesakan itu, ketika kita tau secara langsung ada air mata, tapi kita lupa untuk segera menghapus nya karna waktu yang tak memberi kehendak..
Ya, itulah sifat kotololan manusia yang paling tolol. :)

***

Lepas dari semua hari ini :
Nano-nano, manis asin asem. Pelangi, hidung, pipi, kerudung, jerapah pink, teriakan, roti, nyesek, pisuhan, lalu selesai.
Sekarang, kacau, rusak, pisuhan(lagi), gelas pecah, hujan, doa, sms, gila, dan air mata.

Kemudian di teruskan dengan setumpuk kegelisahan seperti yang tertera di atas, mengabu-abu.
Akh , aku jadi ingat dia sangat menyukai warna coklat dan merah jingga, kemudian dia yang juga suka dengan perpustakaan dan buku-buku. Semuanya., tak jera-jera menghukum ku. Menaruh ku kekeadaan yang terlanjur basah.
Yasudah lah.. Ini bagian dari guratan skenario Tangan Nya. Dan seperti nya aku tak sempat di ijinkan untuk protes? Karna bukankah Tuhan menyuruh kita untuk berbaik sangka dan tidak melulu protes?






Ps.
...... :')










Jogja, hujan.
mengawang ke arah galih arga dengan kepala pucat.

0 comments:

Post a Comment